Menggali Inspirasi, Motivasi dan Pengembangan Jiwa Entrepreneur dengan pondasi dasar SDM Super Inner Power ( SIP )
image

.

Live Support

Ada pertanyaan?
KONSULTASI/ SHARING SDM?
Silahkan Hubungi kami
 

ADMIN 1  Status YM

ADMIN 2  Status YM

 

Hot line PHONE/ SMS
0819.037.600.99

0878 5707 0757

Transfer via BANK


    REK: 6110176196
     a/n Dewa Nyoman Artana


    REK: 137-00-0644641-9
     a/n Dewa Nyoman Artana


    REK: 0177873610
     a/n Dewa Nyoman Artana


    REK: 057001002049502
     a/n Dewa Nyoman Artana

our partners

HATI SELUAS DUNIA

Dahulu kala, hiduplah seorang guru yang terkenal bijaksana. Pada suatu pagi, datanglah seorang pemuda dengan langkah lunglai dan rambut masai. Pemuda itu sepertinya tengah dirundung masalah. Tanpa membuang waktu, dia mengungkapkan keresahannya: impiannya gagal, karier, cinta, dan hidupnya tak pernah berakhir bahagia.

Sang Guru mendengarkannya dengan teliti dan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Dia taburkan garam itu ke dalam gelas, lalu dia aduk dengan sendok.

" Coba minum ini, dan katakan bagaimana rasanya?" pinta Sang Guru.

"Asin dan pahit, pahit sekali," jawab pemuda itu, sembari meludah ke tanah.

Sang Guru hanya tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya berjalan ke tepi telaga di hutan dekat kediamannya. Kedua orang itu berjalan beriringan dalam kediaman. Sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Sang Guru lalu menaburkan segenggam garam tadi ke dalam telaga. Dengan sebilah kayu, diaduknya air telaga, membuat gelombang dan riak kecil.

Setelah air telaga tenang, ia pun berkata, "Coba, ambil air dari telagaini, dan minumlah."

Saat tamu itu selesai meneguk air telaga, Sang Guru bertanya, "Bagaimana rasanya?"

"Segar," sahut pemuda itu.

"Apakah kamu masih merasakan garam di dalam air itu?" tanya Sang Guru.

"Tidak," jawab si anak muda.

Sang Guru menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk bersimpuh di tepi telaga.
"Anak muda, dengarlah.
" Pahitnya kehidupan seumpama segenggam garam. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.Tetapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah atau tempat yang kita pakai. Kepahitan itu, selalu berasal dari bagaimana cara kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita.
Jadi , saat kamu merasakan kepahitan atau kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang boleh kamu lakukan:
lapangkanlah dadamu untuk menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu. Luaskan cara pandang terhadap kehidupan. Kamu akan banyak belajar dari keluasan itu.
"

"Hatimu anakku, adalah wadah itu. Batinmu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah hatimu seluas telaga yang mampu meredam setiap kepahitan. Hati yang seluas dunia!"

Keduanya beranjak pulang. Sang Guru masih menyimpan "segenggam garam" untuk orang-orang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan hati.

by : team DEV99

IF WE TAKE CARE OF TODAY...GOD WILL TAKE CARE OF TOMORROW...
BELAJAR|BERBAGI|MEMBERI


Mon, 5 Jul 2010 @16:15


3 Komentar
image

Mon, 5 Jul 2010 @16:58

linda

terima kasih pelajaran yg begitu berarti untuk hidup saya.salam kenal dan sukses!

image

Thu, 8 Jul 2010 @14:10

"BIG BROTHER"

"TEKAD" akan mudah kendur tanpa arah yang jelas, "SEMANGAT " akan mudah luntur tanpa tujuan yang tegas.

image

Thu, 8 Jul 2010 @17:26

mr.dev

makasih big brother pendek ringkes tapi sanagt mengena.


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+3+9

Copyright © 2010 DEV99 Trust and Solution for Your Life · All Rights Reserved



Powered by sitekno